Home / Berita Politik

MK Akan Sidang Hasil PSU Pemilukada Kab. Muna Sultra Jilid II, 19 Juli 2016

Selasa | 19 Juli 2016 | 08:29:57 WIB
MK Akan Sidang Hasil PSU Pemilukada Kab. Muna Sultra Jilid II, 19 Juli 2016 FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — illustrasi

Jakarta (JN) - Polemik yang terjadi pada pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu masih berlanjut hingga kini. Masing - masing pasangan calon (paslon) saling mengklaim kemenangan. Baik pihak Rusman Emba - Malik Ditu (Rumah Kita), pasangan dr. Baharudin - La Pili (Dokter Pilihanku) dan pasangan Arwaha-Samuna (Putra Muna).

Dalam keterangan persnya kepada wartawan, Dr.H. Laode Baharuddin yang merupakan pasangan nomor urut 3 mengatakan pemilukada yang lalu pasangan calon no urut 1 memperoleh suara 47.434, pasangan nomor urut 2 memperoleh suara 5.408 dan pasangan calon nomor urut 3 memperoleh suara 47.467, selisih suara Pasangan calon Nomor 1 dan 3 sebanyak 33 suara.

"Dengan selisih 33 perolehan suara tersebut, pasangan calon nomor urut 1 mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) hingga MK memutus Pemilihan Suara Ulang (PSU) dengan alasan bahwa terjadi pemilih ganda 2 orang yang memilih di TPS 4 Kelurahan Raha 1 dan TPS 4 Kelurahan Wamponiki serta pemilih dari luar wilayah 5 orang yang ada di TPS 1 Desa Marobo," jelas Dr.H.Laode Senin (18/7/16) di Hotel Sofyan Jakarta Pusat.

Ini merupakan alasan dari pasangan calon no urut 1 agar terjadi pemilihan ulang hingga MK memutuskan PSU. "Alasan terjadi pilihan ganda ini hanya rekayasa nomor urut 1, seandainya nomor urut 1 yang unggul ini akan di diamkan," tegas Dr.H.Laode.

Sampai saat ini polisi masih mengusut adanya pemilih ganda yang ditegaskan kalau pemilih ganda tersebut bukan suruhan dari pasangan calon no urut 3. "Pemilih ganda itu bukan suruhan nomor urut 3, bahkan saat di periksa di polisi yang menggunakan pilihan ganda itu mengaku memilih nomor urut 1," ungkap Dr.H.Laode .

Seperti diketahui, Pilkada Muna pertama digelar pada 9 Desember 2015 yang dimenangkan oleh pasangan LM. Baharuddin-La Pili (Dokter Pilihanku) dengan keunggulan 33 suara dari rivalnya Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita).

Namun kemenangan Dokter Pilihanku buyar setelah pasangan Rumah Kita menggugat di Mahkamah Konstitusi (MK), lantaran banyak kecurangan yang ditemukan tim sukses pasangan ini khususnya di TPS Marobo, TPS 4 Raha 1 dan TPS 4 Wamponiki.

MK pun menerima gugatan Rumah Kita dan memerintahkan KPU Muna untuk menggelar PSU di 3 TPS ersebut pada tanggal 22 Maret 2016. Dan hasilnya dimenangkan oleh pasangan Rusman Emba-Malik Ditu. Hasil PSU jilid I itu Dokter pilihanku unggul 1 suara. Namun demikian data 321 TPS se kabupaten Muna (setelah ditambah dengan hasil PSU), Rumah Kita unggul 93 suara.

Selanjutnya pada Selasa, 19 Juli 2016 akan dilakukan sidang di Gedung MK lantai 2 dengan pokok perkara perselisihan hasil pemilihan bupati Muna tahun 2015. Rusman Emba dan Malik Ditu selaku pemohon, serta acara sidang yaitu mendengarkan laporan PSU termohon, pihak terkait, dan pemohon. (idris)



Penulis:
Editor: Redaksi