Home / Berita Teknologi dan Gadget

Industri Telko Perlu Di Sinergikan, Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia

Kamis | 19 Januari 2017 | 13:28:33 WIB
Industri Telko Perlu Di Sinergikan, Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — Jakarta, Mengawali tahun 2017 Indonesia Teknologi Forum (ITF) menggelar seminar yang mengangkat tema "Indonesia Digital Economy Forecast 2017, Sinergi Pelaku Industri Telko Untuk Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia".

"Keseriusan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam pengembangan ekonomi digital terlihat pada serangkain paket kebijakan ekonomi yang mendukung sasaran tersebut," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara saat membuka seminar tersebut, Kamis (19/1) di Balai Kartini, Jakarta.

Masih katanya, kementerian juga ingin agar dunia usaha bersama pemerintah dapat berintegrasi secara harmonis untuk menciptakan iklim yang kondusif dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional.

Pangsa pasar untuk HP Samsung saja mencapai 25 juta unit, dengan harga yang masih survive. "Kebijakan dari pemerintah harus cepat dilaksanakan.

"Perhatian berbagai pihak terhadap pembangunan ekonomi nasional merupakan faktor menentukan bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan berbagai peluang ekonomi di masa depan. Oleh karena itu, keterpaduan langkah antara dunia usaha dengan jajaran pemerintah perlu terus dibina dan diperkuat," ujarnya.

Sementara, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, industri telekomunikasi sangat dinamis mengkritik regulasi yang belum sesuai dengan perkembangan teknologi seluler. “Yang harus dilakukan oleh Revisi UU Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan atau segera sahkan Perubahan PP Nomor 52 dan 53 tahun 2000,” ucap Agus.

Lebih lanjut katanya, Kemkominfo harus dapat melindungi dan melayani kebutuhan publik serta dapat menciptakan iklim usaha telekomunikasi yang penuh kepastian agar produk-produk kompetitif.

“Persoalan kebijakan publik semestinya tidak berpihak dengan dalih nasionalisme karena notabene tidak ada operator telekomunikasi seluler yang dimiliki Indonesia,” tutupnya.

Selain Agus Pambagio selaku Pengamat Kebijakan Publik, hadir juga pembicara lain seperti Anggota Waktiknas, Garuda Sugardo,
Ketua KPPU Syarkawi Rauf. (idris)

.



Penulis:
Editor: Redaksi