Home / Berita Hukum

Majelis Hakim PN Jakpus, Tolak Praperadilan Bos Komura

Rabu | 17 Mei 2017 | 20:01:53 WIB
Majelis Hakim PN Jakpus, Tolak Praperadilan Bos Komura FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak seluruh gugatan praperadilan Jafar Abdul Gaffar dalam dugaan pungutan liar (pungli) di TPK Palaran, Samarinda. Keputusan itu disampaikan hakim tunggal Marulak Purba dalam sidang putusan yang digelar di Jakarta, Selasa (16/5/17).

“Semua materi pemohon praperadilan tidak dapat diterima. Hakim menolak seluruh permohonan,” ujar Marulak. Dalam pertimbangannya, hakim menilai penetapan tersangka atas bos Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) oleh Bareskrim Mabes Polri sudah sah. Begitu pula dengan semua penyelidikan, penyidikan, penangkapan, dan penahanan tersangka sudah didukung surat-surat resmi.

Artinya sudah memenuhi aturan dan tidak bertentangan dengan KUHP maupun undang-undang yang berlaku. Sementara itu, alasan tidak sahnya penetapan tersangka yang diajukan pemohon melalui kuasa hukum dari kantor pengacara Indra Sahnun Lubis disebutkannya sudah masuk dalam kategori materi pokok perkara. Karena menyangkut benar atau tidaknya peristiwa yang telah terjadi sehingga tersangka ditetapkan sebagai pelaku kejahatan.

“Polisi sudah melakukan gelar perkara pada 31 Maret 2017. Semua penetapan tersangka sudah memenuhi persyaratan. Permohonan praperadilan harus ditolak,” tegasnya.

Adapun alat bukti yang digunakan Bareskrim Mabes Polri untuk menjerat Gaffar, yakni berupa keterangan saksi, saksi ahli, serta bukti dokumen sah dan akurat. Polisi, terang dia, sudah memenuhi alat bukti minimal dalam penetapan tersangka.

“Gugatan soal penyitaan, pemblokiran rekening, pemasangan police line, penangkapan, dan penahanan pemohon tidak didalilkan secara tegas. Sementara tindakan kepolisian sudah sesuai prosedur. Jadi, tidak ada cacat administrasi,” tutur hakim.

Pengacara Gaffar, Apolos Djarabonga, mengaku kalah dalam gugatan praperadilan. Meski begitu tim kuasa hukum disebutkan sudah siap untuk mengikuti persidangan di pengadilan.

“Walaupun hakim tidak fair tapi kami bisa terima. Materi perkara kami sudah siap. Kami yakin Pak Gaffar tidak bersalah,” tegas Apolos ditemui selepas pembacaan putusan.

Kemudian, lanjut dia, bukti-bukti Gaffar sudah sangat kuat. Bukti itu banyak disampaikan tim kuasa hukum saat mendatangkan saksi maupun saksi ahli dalam sidang praperadilan lalu.

“Sementara menyiapkan persidangan kami juga terus mendampingi Pak Gaffar dalam menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Bareskrim Mabes Polri,” ucapnya.

Senada, Kuasa Hukum Komura, Sutrisno, yang turut hadir dalam sidang putusan praperadilan Gaffar, kemarin, menyebut tidak menyerah. Bahkan, pihaknya bakal melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Kaltim untuk mencari keadilan. Pasalnya, sejak operasi Tim Saber Pungli di TPK Palaran nasib buruh bongkar-muat terlunta-lunta. Bayaran yang diterima hanya Rp 10 ribu per kontainer. Upah tersebut dinilai tidak wajar dan sekadar tali asih kepada buruh.

“Kasus silakan jalan terus, tapi buruh jangan berhenti bekerja. Kasihan mereka mau makan dari mana? Apalagi jumlahnya tidak sedikit. Demi mencari keadilan mereka mengadu ke wakil rakyat besok (hari ini),” ujar Sutrisno.

Dikatakannya, buruh pelabuhan berharap bisa kembali normal. Digaji dengan nominal layak mengacu aturan hukum yang berlaku. Jadi, kejadian upah buruh yang dianggap ilegal dan masuk tindakan pidana tidak kembali terjadi.

“Minta fasilitasi penentuan tarif ke DPRD Kaltim. Karena informasi yang beredar saat ini tidak butuh buruh lagi. Selain itu, ada kekhawatiran dari PBM (perusahaan bongkar-muat) maupun pemilik barang tarif yang ada ilegal dan bakal berurusan dengan hukum lagi,” lanjut dia.

Terpisah, Kuasa Hukum Bareskrim Mabes Polri Totok Sudjiato menyatakan, setelah menang pihaknya melanjutkan penyidikan atas Gaffar. Adapun pelimpahan berkas ke kejaksaan belum diputuskan.

“Belum diputuskan di Jakarta atau di Kaltim. Ikuti saja perkembangannya,” singkat Totok.

Sebelumnya, Totok bersama tim penyidik mengaku, dalam pengungkapan kasus megapungli di TPK Palaran sudah bekerja sesuai prosedur. Penyidik dalam menetapkan Gaffar sebagai tersangka dianggap menyalahi aturan, tidak benar dan sekadar opini. Sebab, Bareskrim menaikkan status Gaffar dari saksi menjadi tersangka karena diduga telah melakukan praktik yang memenuhi unsur tindak pidana berupa pemerasan, korupsi, dan pencucian uang.

“Kami punya alat bukti cukup dan sah. Mulai dokumen, keterangan saksi, keterangan ahli, serta kesesuaian antara dokumen dengan keterangan ahli,” tegasnya.

Diketahui, perjalanan kasus megapungli di TPK Palaran sudah berlangsung sekitar tiga bulan sejak operasi tim Saber Pungli Bareskrim Polri dan Ditkrimsus Polda Kaltim, 17 Maret lalu. Dalam operasi tersebut, dua pengurus Komura menjadi tersangka, yakni Jafar Abdul Gaffar sebagai ketua dan Dwi Hadi Winarno sebagai sekretaris. Keduanya disangkakan dengan pasal berlapis, yakni korupsi, pemerasan, dan tindak pidana pencucian uang. Mereka diancam dengan kurungan minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Itu setelah kuat dugaan dari praktik ilegal mereka meraup penghasilan hingga Rp 2 triliun lebih sejak 2010 hingga 2017.

Dalam operasi yang sama, tim Saber Pungli juga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) atas praktik culas organisasi masyarakat melalui Koperasi Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB). Dalam kasus ini, Bareskrim Mabes Polri menetapkan Hery Susanto, ketua PDIB beserta Nur Ardiansyah, sekretarisnya sebagai tersangka. Adapun keempat tersangka saat ini ditahan di Polda Metro Jaya.



Penulis:
Editor: Redaksi
  • Masjid Al-Azhar Sembelih 37 Sapi dan 807 Kambing di beberapa Daerah

    Masjid Al-Azhar Sembelih 37 Sapi dan 807 Kambing di beberapa Daerah

    JAKARTA, Usai salat id, jemaah Masjid Al-Azhar akan menyembelih sejumlah hewan kurban di lapangan masjid. Ketua Pengarah Panitia Idul Adha Masjid Al-Azhar, Zainul Arifin mengungkapkan, pada Idul

    Berita Megapolitan - 21 Agustus 2018 | | 11:27:23 WIB
  • Masjid Al-Azhar Sembelih 37 Sapi dan 807 Kambing di beberapa Daerah

    Masjid Al-Azhar Sembelih 37 Sapi dan 807 Kambing di beberapa Daerah

    JAKARTA, Usai salat id, jemaah Masjid Al-Azhar akan menyembelih sejumlah hewan kurban di lapangan masjid. Ketua Pengarah Panitia Idul Adha Masjid Al-Azhar, Zainul Arifin mengungkapkan, pada Idul Adha

    Berita Megapolitan - 21 Agustus 2018 | | 11:18:42 WIB
  • PT Brantas Abipraya Siap Revitalisasi Pasar Atas Bukittinggi

    PT Brantas Abipraya Siap Revitalisasi Pasar Atas Bukittinggi

    JAKARTA, Pemerintah telah siap untuk merevitalisasi Pasar Atas Bukittinggi di Sumatera Barat. Pasar itu memang telah direncanakan untuk dibangun kembali setelah masing-masingnya sempat terbakar

    Berita Nasional dan Daerah - 21 Agustus 2018 | | 09:29:26 WIB
  • Ketua Nawacita Papua, Semuel : Jokowi Layak Dua Periode

    Ketua Nawacita Papua, Semuel : Jokowi Layak Dua Periode

    JAKARTA, Ketua Nawacita Nusantara Provinsi Papua, Semuel K. Waromi sangat mengapresiasi kinerja dari Presiden Joko Widodo dalam pembangunan di provinsi Papua sesuai dengan program

    Berita Nasional dan Daerah - 20 Agustus 2018 | | 14:12:24 WIB
  • Dari Tanah Suci, Hamdhani Berdoa Songsong Kemerdekaan

    Dari Tanah Suci, Hamdhani Berdoa Songsong Kemerdekaan

    JEDDAH, Anggota DPR RI Hamdhani dalam rombongan jamaah haji Maktour bertemu Cawapres KH. Maruf Amin, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berdoa di Tanah Suci, Mekkah menyongsong HUT ke-73

    Berita Nasional dan Daerah - 17 Agustus 2018 | | 11:38:05 WIB