Home / Berita Gaya Hidup dan Produk

LAZ Al Azhar Siap Ubah Mustahiq Jadi Muzakki

Selasa | 27 Juni 2017 | 21:33:24 WIB
LAZ Al Azhar Siap Ubah Mustahiq Jadi Muzakki FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZ) Al Azhar sebagai lembaga zakat yang mengelola dana zakat, infaq, sedekah serta wakaf (ZISWAF) untuk mengentaskan kemiskinan memanfaatkan momen Ramadhan untuk melakukan sosialisasi program kepada khalayak serta edukasi tentang sadar zakat.

Hal tersebut yang diungkapkan Kepala Divisi Fundraising Komunikasi dan Kemitraan Al Azhar, Anggriansyah saat ditemui rekan media disela kegiatan di Mesjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

"Kami menyediakan 3 counter yakni di sisi Barat, Timur dan Utara mesjid untuk melayani para pembayar zakat (Muzakki) dengan layanan one stop service", ujarnya.

Anggriasyah menjelaskan, pada tahun ini pihaknya perbesar bantuan penerima zakatnya. "Kalau sekarang kita punya 35 desa di 11 provinsi ya tinggal kita desanya saja kita tambahkan. Dana masuk misalkan untuk anak sekolah mendapatkan beasiswa seribu yang kita tambahkan menjadi dua ribu. Kita juga membangun beberapa layanan bukan hanya di Jakarta saja tetapi juga di Jawa Tengah. Artinya semacam center dari pemberdayaan kita pada lima klaster tadi sedang kita bangun di Jawa Tengah, selain di sana, di Surabaya pun sama", jelasnya.

Lebih lanjut katanya, dana zakat sendiri fokus utamanya adalah untuk fakir miskin yang masuk zona merah. Jadi kalau mereka sakit harus segera diobati, mereka perlu makan ya segera dikasih makan. Sehinga itulah prioritas utama zakat. Kemudian pembinaan Dasamas (Dai Sahabat Masyarakat) yang kita tempatkan di desa-desa, yang kita tempatkan selama 3 tahun di sana.

"Setelah mereka mandiri baru kita arahkan, jadi setelah mereka menerima dana zakat kita naikan mereka harus menerima dana kord. Artinya dana bergulir, namanya juga kord ya tabaru mereka pinjam 10 juta ya kembalinya pun 10 juta. Sampai dia mampu punya akses ke industri," imbuhnya.

Masih menurutnya, pihaknya juga sudah menyiapkan wakaf, jadi kalau mereka sudah mumpuni dari sisi keuangannya, sudah mampu mengelola usahanya. Tentunya dengan karakter program yang kita ramu baru mereka bisa mengaksesnya. "Semua program ini yang berhasil itu adanya di pembinaan. Baik itu beasiswa untuk anak-anak sekolah ataupun lainnya. Karena beasiswa sendiri ada karakternya, kalau mereka tidak mampu menempuh kejenjang lebih tinggi karena mereka keterbelakangan", ucapnya.

Selain itu ada Rumah Gemilang Indonesia (RGI) yang berada di Sawangan Depok, di sana mereka akan belajar ke knowledge ada beberapa jurusan seperti otomotif, desain dan sebagainya. Tapi kalau mereka punya kemampuan lebih, dan punya jenjang sekolah maka kita akan beasiswakan. Ada juga yang karakter kita beasiswakan hanya untuk kelas 3. Kenapa? Karena setiap hari tidak kurang 50 orang datang ke kami, minta kegawatdaruratan untuk menebus ijazah, bayar sekolah segera.

"Kita juga punya beasiswa untuk kelas 3 baik SMP ataupun SMA. Itu pun kuncinya di pembinaan, supaya apa ? Supaya sampai anak-anak ini kita tahu setelah lulus itu kemana. Karena memang capaian tertinggi dari pengelolaan lembaga zakat ini kan bagaimana merubah dari mustahiq ke muzzaki. Tidak fokus terhadap sumber-sumber keuangan, semisal target sekian milliar. Fokus kita itu bagaimana kita mengentaskan kemiskinan. Karena itu tadi, mengentaskan kemiskinan itu tidak identik dengan memberi makan orang miskin", ulasnya lagi.

Ditempat yang sama, salah seorang pembayar zakat (muzakki) Dr. Syailendra Sadjawo SpKJ mengatakan dirinya besyukur bahwa diri dan keluarganya sudah memasuki tahun ke 8 membayar zakat di sini.

"Saya melihat pelayanan di sini sangat bagus, selain itu tentu saja programnya sudah seattle (bagus). Karena di dalam program tersebut selain pendidikan juga pemberdayaan masyarakat. Sehingga selama 8 tahun ini pun saya merasa senang sudah membayar zakat di sini", ungkapnya.

Syailendra menyarankan agar program zakat seperti ini bisa disebarluaskan. "Saran saya hal baik seperti ini harus disebarluaskan, dalam arti supaya layanan atau bentuk program-program seperti ini bukan hanya di Al Azhar namun juga diadopsi oleh semua yayasan atau masjid-masjid. Karena saya lihat masyarakat pun masih sangat membutuhkan bantuan dari zakat itu sendiri. Sehinga kalau ada pemerataan dan perluasan zakat sudah sangat meluas tentu akan membantu terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan," ujar dokter spesial kejiwaan ini kepada media.

Lebih lanjut katanya, dia melihat pendidikan Al Azhar itu ada dimana-mana, dari mulai pendidikan agama sampai pendidikan sekolahnya di tingkat SD, SMP, SMA dan sebagainya. Dan kebetulan ketiga anak saya semuanya bersekolah di Al Azhar. Dari dulu sampai sekarang saya juga masuk ke dalam keluarga besar Al Azhar, karena anak-anak saya merupakan alumni dari sekolahan ini.

"Layanan zakat di Al Azhar, semakin tahun pelayanan di sini semakin bagus, apalagi pada malam ini mereka menyambut kami dekan menyuguhkan kopi dari binaannya. Dengan adanya layanan seperti ini kami merasa diperhatikan, jadi bukan hanya sekedar bayar lalu sudah begitu saja", ucap pria 56 tahun yang berdinas di RSPP.



Penulis:
Editor: Redaksi
  • West Senayan, Konsep Apartemen, Mal dan Kios di Ciledug Yang Sudah Progress 26 Persen

    West Senayan, Konsep Apartemen, Mal dan Kios di Ciledug Yang Sudah Progress 26 Persen

    CILEDUG, Keinginan kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam sektor tempat tinggal (Apartemen, red) sekaligus pusat perbelanjaan (mal) dan kios membangkitkan semangat Moizland Development yang

    Berita Ekonomi dan Bisnis - 19 April 2018 | | 20:28:23 WIB
  • Kemendes PDTT Optimistis 15.000 Desa Tertinggal Terentaskan

    Kemendes PDTT Optimistis 15.000 Desa Tertinggal Terentaskan

    JAKARTA, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) optimistis jumlah desa tertinggal di Indonesia akan terentaskan sebanyak 15 ribu desa dari 30 ribu desa

    Berita Nasional dan Daerah - 18 April 2018 | | 12:19:41 WIB
  • Kemendes PDTT Optimistis 15.000 Desa Tertinggal Terentaskan

    Kemendes PDTT Optimistis 15.000 Desa Tertinggal Terentaskan

    JAKARTA, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) optimistis jumlah desa tertinggal di Indonesia akan terentaskan sebanyak 15 ribu desa dari 30 ribu desa

    Berita Nasional dan Daerah - 18 April 2018 | | 12:17:06 WIB
  • Generasi Milenial Harus Siap Hadapi Perubahan Zaman

    Generasi Milenial Harus Siap Hadapi Perubahan Zaman

    BANDUNG, Perubahan jaman yang bersamaan dengan kemajuan teknologi informasi menjadi hal tidak bisa dielakkan lagi saat ini. Sebagai generasi muda yang ada di jaman sekarang, zaman milenial harus siap

    Berita Jawa Barat - 12 April 2018 | | 13:43:14 WIB
  • Besok, Underpass Mampang-Kuningan Siap Uji Coba

    Besok, Underpass Mampang-Kuningan Siap Uji Coba

    JAKARTA - Besok, Rabu 11 April 2018, Underpass Mampang-Kuningan akan dilakukan uji coba oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. "Untuk melakukan uji coba underpass Mampang-Kuningan tersebut, kami telah

    Berita Megapolitan - 10 April 2018 | | 23:02:13 WIB