Home / Berita Teknologi dan Gadget

BIG Perlu Percepat Pengadaan Informasi Geospasial dalam Berbagai Skala dan Resolusi

Rabu | 25 Oktober 2017 | 14:27:50 WIB
 BIG Perlu Percepat Pengadaan Informasi Geospasial dalam Berbagai Skala dan Resolusi FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — BOGOR, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai perlunya BIG mempercepat pengadaan informasi geospasial dalam berbagai skala dan resolusi.

“Harus dilakukan berbagai langkah cepat bisa pakai foto udara, penggunaan radar satelit dan lainnya. Kita mentargetkan pada 2019 semua wilayah Indonesia sudah terpetakan dengan baik,” ujar Bambang pada Puncak Peringatan Hari Informasi Geospasial 2017, Selasa (24/10/17).

Bambang menyebutkan layanan informasi mudah dan murah sesuai kebutuhan masyarakat luas yang diberikan google perlu menjadi contoh yang baik dalam mewujudkan program satu peta Indonesia atau biasa dikenal "one map policy".

"Keterlibatan swasta seperti provider dalam ikut menggunakan peta yang detail dan akurat dari BIG akan memperluas jangkauan informasi tata ruang Indonesia yang sesuai. Karenanya, kita harus lakukan percepatan kemandirian informasi geospasial untuk mendukung kebijakan satu peta yang dicanangkan Presiden,” imbuh Bambang.

Ditempat yang sama, Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin mengatakan kemandirian informasi geospasial mutlak diupayakan secara serius dan menuntut kerja keras kita semua. Mengingat Indonesia adalah negara yang sangat luas dan besar.

“Kita tidak bisa menghitung berapa besar nilai investasi yang harus dikeluarkan jika kita tetap tergantung pada negara lain,” jelas Hasanuddin.

Kemandirian geospasial menurut Hasanuddin meliputi data dan informasi geospasial, peta otonomi Indonesia berskala besar, peta lingkungan pantai yang lengkap, peta lingkungan laut yang luas dan lainnya.

Hasanuddin mengatakan menjadi tugas bersama untuk terus mengupayakan kemandirian geospasial baik melalui pengembangan inovasi teknologi informasi geospasial, peningkatan kuantitas dan kualitas SDM, penguatan aspek kelembagaan dan peraturan serta kebijakan lain untuk mendorong terwujudnya kemandian geospasial.

Saat ini diakui Hasanuddin, BIG telah menyiapkan berbagai standar, spesifikasi dan grand desain untuk berbagai kegiatan informasi geospasial dasar maupun informasi geospasial tematik di Indonesia.

“Indonesia saat ini sudah memiliki 130 peta tematik. Kekayaan peta tematik ini tidak dimiliki oleh Google sekalipun,” jelasnya disela kegiatan puncak acara peringatan Hari Informasi Geospasial tahun 2017 yang mengambil tema Kemandirian Geospasial Untuk Kedaulatan Bangsa dan Negara.

Masih menurutnya, untuk mewujudkan kemandirian informasi geospaisal memang tidak mudah. Tetapi kita harus siapkan baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM). Sebab sebagai negara yang besar dan luas, Indonesia adalah pasar geospasial terbesar di Asean.

BIG merupakan lembaga negara Indonesia yang dipercaya melakukan penelitian, survei dan menyajikan data dasar geospasial lebih detail dan akurat hingga peta dengan skla 1:5000 untuk cakupan tata ruang wilayah suatu desa. BIG telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak September 2017. Rangkaian acara HIG tersebut dengan puncak peringatan HIG dengan acara antara lain penyerahan foto udara KEK Tanjung Kelayang, penyerahan Citra Tegak Satelit Resolusi Sangat Tinggi, Penyerahan Surat Rekomendasi Akhir Konsultasi Tata Ruang, hingga Peresmian Gedung Pelayanan Terpadu Informasi Geospasial. (rahmad)




Penulis:
Editor: Redaksi