Home / Berita Ekonomi dan Bisnis

Desainer Muda Jebolan Perdana YCIFI, Mulai Beraksi

Kamis | 26 Oktober 2017 | 10:37:54 WIB
Desainer Muda Jebolan Perdana YCIFI, Mulai Beraksi FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Sembilan desainer lulusan terbaru Young Creator Indonesia Fashion Institute (YCIFI) tampil di Senayan City pada 21 - 27 Oktober 2017 yang merupakan penampilan perdana mereka (9 desainer, red) dalam rangka Jakarta Fashion Show. Sembilan orang (5 tim) dari angkatan 1 & 2 yang terpilih melalui ujian ketat yang mengelola barang dengan merek daya saing global, menampilkan 30 koleksi dan 5 merek.

Gelaran ini didukung oleh Grand Korea Leasure (GKL) Foundation dan atas kerjasama Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Young Creator Indonesian Fashion Institute (YCIFI).

"Ajang ini akan menjadi pembuktian bahwa YCIFI, yang telah menjadi institusi pendidikan mode dan pusat bisnis mode terbaik, akan menjadi platform untuk menunjang bakat fashion lokal untuk memasuki pasar global," ujar Chairman KOFICE, Kwak Young usai di Jakarta, Rabu (25/10/17) malam.

Lebih lanjut katanya, program reguler YCIFI, yaitu Global Fashion Mentorship, selain mendapat pengetahuan tentang praktik bisnis dalam perencanaan merek fashion dari mentor Korea dan juga perancang papan atas Kwon Mun Soo dan Kwon Hae Jin, peserta juga mendapatkan konsultasi intensif dari mentor dan juga perancang papan atas Indonesia, Deden Siswanto dan Auguste Soesastro sejak bulan Agustus.
Brilianto, perancang busana lulusan angkatan ke-1 asal Sumatra Selatan yang terpilih sebagai peserta yang akan debut di acara Jakarta Fashion Week.

"YCIFI didirikan pada 5 Oktober 2016 atas kerjasama pemerintah Indonesia dan Korea, akan melatih perancang busana muda yang menantang untuk memasuki pasar global dan fokus pada kegiatan pertukaran industri budaya mode kedua negara. Hasilnya, 120 orang lulusan semester pertama dan kedua berhasil mencapai kesuksesan dalam peluncuran merek fashion, global mentor matching, dan promosi bisnis fashion, serta memberikan kotribusi besar dalam menghidupkan jaringan dengan para ahli mode dan desainer papan atas Korea - Indonesia," jelasnya.

Kembali dikatakan, YCIFI telah menarik banyak perhatian karena telah membangun fondasi untuk mempromosikan pertumbuhan bersama industri budaya fashion kedua negara dengan menjalankan program khusus untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian pemuda Indonesia melalui mode. Secara khusus, karena kedua pemerintah telah mengadopsi industri budaya mode sebagai pendorong besar pertumbuhan ekonomi dan berkomitmen untuk terus bekerja sama, harapan dan tuntutan akan tanggung jawab dan peran YCIFI diperkirakan akan terus berkembang.

"Proyek YCIFI membangun program pertukaran antar negara dengan bekerja sama erat dengan masyarakat sipil dan kementerian kedua negara dan kami berharap perancang busana Indonesia dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pasar global serta pertumbuhan industri fashion di kedua negara." tambahnya.

Selama pameran Mode di Jakarta, bukan hanya akan diadakan peragaan busana perdana lulusan YCIFI, tapi juga akan ada peragaan busana dari mentor YCIFI Indonesia (23 Oktober), dan Global Fashion Mentorship Ke- 3 (24 Oktober).
YCIFI adalah institusi pendidikan resmi dari program kontribusi sosial untuk menumbuhkan bakat fashion yang didirikan di bawah naungan Program Studi Kriya ITB atas kesepakatan kerjasama antara Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea dengan BEKRAF. Institusi ini dibentuk dengan fasilitas pendidikan mode dengan fasilitas, kurikulum dan pengajar terbaik di Indonesia, dan terdapat program (Global Fashion Mentroship) yang melibatkan perancang terbaik Korea - Indonesia dan perusahaan distribusi mode besar Indonesia, serta program Fashion Brand Launching (Final Project). (*)



Penulis:
Editor: Redaksi