Home / Berita Nasional dan Daerah

Askrindo Komitmen Jalankan Program CSR Operasi Bersih Ciliwung

Selasa | 13 November 2018 | 11:40:30 WIB
Askrindo Komitmen Jalankan Program CSR Operasi Bersih Ciliwung FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Hampir sebagian besar wilayah Indonesia perairan. Laut yang luas dan membentang menjadikan negara Indonesia disebut negara maritim. Selain lautan, perairan di Indonesia juga sungai atau di Pulau Jawa sering disebut Ciliwung.

Ciliwung adalah salah satu sungai penting di Pulau Jawa, terutama karena melalui wilayah Ibu Kota DKI Jakarta, dan kerap menimbulkan banjir tahunan di wilayah hilirnya. Panjang aliran utama sungai ini mencapai 120 km dengan daerah aliran sungai seluas 387 Km persegi. Ciliwung sempat menjadi masa keemasan di zaman dulu. Namun sekarang, sungai Ciliwung sering membawa bencana banjir bagi warga sekitar bantaran dan Jakarta dan keadaannya yang tercemar oleh berbagai limbah, dan termasuk limbah rumah tangga.

Menyikapi hal tersebut, banyak dari berbagai unsur peduli dan prihatin terhadap kondisi Ciliwung saat ini. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, korporasi swasta maupun BUMN maupun komunitas masyarakat peduli lingkungan dan konservasi Ciliwung.

Salah satu korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mulai merancang program CSR Lingkungan untuk konservasi Ciliwung, yakni PT. Askrindo (Persero). Banyak program yang dilaksanakan seperti penanaman kembali pohon-pohon disekitar Ciliwung, penebaran benih ikan dan lainnya.

Askrindo turut menjalankan program CSR Operasi Bersih Ciliwung mulai April lalu saat kegiatan HUT BUMN Bersama yang diikuti oleh Menteri BUMN Ibu Rini M. Soemarno. Dari kegiatan tersebut Askrindo membuat Program CSR Lingkungan yang berkelanjutan dengan tajuk Askrindo Peduli Sungai Ciliwung. Program ini dibuat dengan harapan mengembalikan kondisi lingkungan Sungai Ciliwung dan mengedukasi masyarakat untuk mencintai dan menjaga kebersihan Sungai Ciliwung.

Melalui kerja sama dengan Yayasan Lintas Sungai Abadi (Yalisa), PT Askrindo (Persero) menjalankan kegiatan operasi bersih sungai Ciliwung di setiap bulan yang meliputi, kegiatan memungut sampah di bantaran, menjaring sampah dengan menyusuri sungai memakai perahu karet.

Ketua Yalisa, Eka Soeriansyah mengatakan bahwa kegiatan operasi bersih sungai dirasa lebih efektif untuk memberikan dampak bagi masyarakat sekitar.

"Dari segi volume sampah yang ada di sungai mungkin kita tidak dapat mengimbangi, tetapi action yang kita lakukan adalah langkah nyata, dapat dilihat dan menjadi contoh bagi masyarakat bantaran. Inilah yang kita tuju, yaitu kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai karena kini ada penjaganya, yaitu kita bersama Askrindo," ucap Eka.

Tidak hanya operasi bersih sungai Ciliwung, PT Askrindo (Persero) turut mengedukasi masyarakat sekitar bantaran lewat program literasi. Bentuk literasi yang telah dilakukan adalah sharing sabtu dan Kumal (Kuliah Malam). Sharing Sabtu dan Kumal adalah kegiatan mengundang akademisi (mahasiswa), pemerhati dan ahli lingkungan untuk membedah program Operasi Bersih Sungai bersama masyarakat dan anak-anak bantaran Ciliwung di Saung Yalisa.

Direktur SDM dan Umum PT Askrindo, Firman Berahima seperti yang dikatakannya beberapa waktu lalu bahwa Askrindo cukup serius untuk membantu mengembalikan kebersihan dan keasrian Sungai Ciliwung, dan langkah awalnya adalah membuat program Askrindo Peduli Sungai Ciliwung.

"Melalui CSR Askrindo Peduli Sungai Ciliwung, Askrindo terus berusaha untuk mengedukasi tidak hanya melalui kegiatan Operasi Bersih sungai, tetapi juga dengan kegiatan literasi peduli Sungai Ciliwung agar setidaknya masyarakat perlahan-lahan sadar untuk ikut menjaga kebersihan Sungai,” ucap Firman saat kegiatan Pembentangan Kain Merah Putih sepanjang 73 meter di Sungai Ciliwung Agustus lalu.

Selain itu katanya, Askrindo melaksanakan program CSR Lingkungan, Askrindo tetap memperhatikan risiko pada setiap personil Yalisa sebagai pihak yang menjalankan program CSR tersebut. Untuk memaksimalkan kegiatan operasi bersih sungai, Askrindo memberikan asuransi kecelakan diri bagi seluruh anggota Yayasan Lintas Sungai Abdi yang ikut serta dalam kegiatan Operasi Bersih Sungai Ciliwung. Pemberian asuransi kecelakaan diri tersebut telah dilakukan saat kegiatan Operasi Bersih Sungai sejak April lalu ketika acara HUT BUMN Bersama.

Data terakhir dari Pusat Penelitian Biologi LIPI menyatakan bahwa jumlah spesies ikan air tawar penghuni Sungai Ciliwung mengecil sekitar 92.5% dalam seabad terakhir.

Meski tercemar, harapan Ciliwung masih bisa diselamatkan dari pencemaran timbul ketika Bulus raksasa atau Chitra Chitra Javanensis, hewan yang masuk dalam daftar terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) muncul kepermukaan di bantaran Ciliwung wilayah Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada 11 November 2011 yang kemudian diperingati sebagai Hari Ciliwung.



Penulis:
Editor: Redaksi