Home / Berita Ekonomi dan Bisnis

ACP, Anak Usaha Adhi Karya Kembangkan Kawasan LRT City Ciracas - Urban Signature

Minggu | 02 Desember 2018 | 15:02:31 WIB
ACP, Anak Usaha Adhi Karya Kembangkan Kawasan LRT City Ciracas - Urban Signature FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Pertumbuhan penduduk yang cepat telah meningkatkan mobilitas orang, yang mengarah ke lalu lintas kemacetan. Transit-oriented development (TOD) adalah pendekatan perencanaan yang sedang diadopsi banyak kota karena menguntungkan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan mengembangkan stasiun transit massal. Pengembangan TOD ke depannya mengintensifkan rasio luas lantai, menambahkan ruang hijau, dan meningkatkan desain yang berorientasi pada transit dan pejalan kaki. Pola distribusi TOD di wilayah-wilayah kota satelit memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat perkembangan perkotaan dan ekonomi daerah.

"Pembangunan dan perencanaan TOD harus dilakukan dengan sungguh-sungguh karena akan tidak secara otomatis mengikuti ketika transportasi umum massal dibangun," ungkap Pengamat Properti David Cornelis dalam siaran pers Groundbreaking Tower Apartemen Urban Signature of LRT City, di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (2/12).

Hal ini ini yang dibidik PT Adhi Commuter Properti (ACP), yang merupakan anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

"Konsep TOD yang kami sentuh ini nantinya akan menyatu dengan stasiun LRT Jabodebek. Penghuni apartemen akan kami manjakan dengan fasilitas angkutan massal dengan jarak nol kilometer dari hunian ke stasiun LRT," ujar Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, Amrozi Hamidi dalam sambutan sebelum Groundbreaking.

Amrozi menjelaskan, hunian berbasis TOD ini tentunya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal.

"Kami yakin, ke depan hunian berbasis transportasi seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat. Berkaca pada Negara-negara lain, hunian seperti ini akan menjadi pilihan masyarakat kaum sub-urban, karena selain praktis, hunian seperti ini terintegrasi dengan sistem transportasi massal, yang tentu memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuninya," ungkapnya.

Kembali katanya, kawasan yang dikembangkan di lahan seluas 6,2 Ha ini, mengadopsi prinsip dasar pengembangan TOD, yaitu ; Walkable, dimana area yang dikembangkan mudah dijangkau dengan berjalan kaki atau bersepeda. Shift & Transit, yaitu penghuni dapat mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi, dan beralih menggunakan transportasi umum massal. Connect, dimana kawasan ini dikembangkan dengan menciptakan jaringan jalan yang saling terhubung. Densify, yaitu pengoptimalan kepadatan lahan dengan perencanaan bangunan vertikal, serta Mixed-use Development, untuk mengoptimalisasi tata guna lahan.

Ditempat yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis dan Pemasaran ACP Indra Syahruzza menambahkan, LRT City Cicaras - Urban Signature, merupakan area Mixed-use yang dikembangkan dalam Kerjasama Operasi antara PT Adhi Commuter Properti dengan PT Urban Jakarta Propertindo, dengan nilai investasi 2,6 T kawasan yang berisi hunian, komersial dan fasilitas pendukung ini, dikembangkan di lahan yang berada berada di sisi stasiun LRT Ciracas.

"Kawasan LRT City Cicaras - Urban Signature, akan dikembangan dengan konsep Urban Oasis, dimana kawasan ini akan menjadi oasis yang meyegarkan ditengah hiruk pikuk dan padatnya Ibu Kota Jakarta. Salah satu penerapan konsep tersebut, adalah adanya Green Belt di antara tower-tower apartemen. Dengan luas lahan 312,4 sqm, green belt ini akan menjadi public outdoor activity. Selain terdapatnya Green Belt area, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan komersial area, pool dan roof garden, sarana ibadah, event space, plaza, halte, dan tentu saja stasiun LRT," paparnya. (is)



Penulis:
Editor: Redaksi