Home / Pendidikan dan Artikel

Seminar Imam Al-Ghazali Diharapkan Jadi Titik Temu Perbedaan Pemahaman Keislaman Umat Islam Sedunia

Jumat | 19 Januari 2018 | 16:44:28 WIB
Seminar Imam Al-Ghazali Diharapkan Jadi Titik Temu Perbedaan Pemahaman Keislaman Umat Islam Sedunia FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Seminar Internasional Tasawuf Imam Al Ghazali diharapkan dapat membuka wawasan tokoh Muslim dunia untuk terus mendamaikan bangsa, menjaga ketertiban dunia dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar. Hal ini diungkapkan Guru Besar Bidang Psikologi Islam, Ahmad Mubarok dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat Tangerang Selatan, Banten.

Dikatakannya, dengan seminar ini juga diharapkan menjadi titik temu dari perbedaan pemahaman keislaman umat Islam sedunia dapat ditentukan dan menyatu dalam keberagaman.

"Kita ingin mengajak umat untuk supaya lebih memahami aspek subtansi dalam ajaran Islam dan membangun harmoni sosial sesama umat manusia sebagai aktualisasi dari Islam yang rahmatan lil-‘alamin. Kita juga ingin mengaktualisasikan pemikiran Imam al-Ghazali dalam merespon persoalan dunia global,” ujar Mubarok di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (19/1/18).

Selain itu, untuk Indonesia, Mubarok menyatakan butuh pendekatan spiritual yang matang sehingga pendidikan pancasila dan ilmu informasi Teknologi dapat disikapi dengan bijak.

"Mendekati Pilkada 2018, kita harus perdalam Pancasila dan pemahaman IT harus bijak jangan sampai berita bohong (hoak) menjadi konsumsi masyarakat Indonesia hanya karena kecanggihan teknologi dan tidak didasari nilai Pancasila," tandasnya.

Pada seminar yang mengangkat tema "Peran dan Kontribusi Tasawuf Imam Al Ghazali dalam Membangun Peradaban Dunia yang Damai dan Harmoni" itu turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua MUI Maruf Amin, Tokoh Agama Said Aqil Sirojd, Wamenlu AM.Fachir dan beberapa tokoh Islam lainnya dari Amerika, China, Iran, hingga Rusia. (is)



Penulis:
Editor: Redaksi