Home / Berita Politik

Politisi senior Partai Golkar Penuhi Panggilan Majelis Etik Partai

Rabu | 07 Agustus 2019 | 17:13:46 WIB
Politisi senior Partai Golkar Penuhi Panggilan Majelis Etik Partai FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Akhirnya, politisi senior Partai Golkar, Darul Siska datang memenuhi panggil Majelis Etik Partai Golkar. Usai memenuhi panggilan tersebut, Darul langsung memberikan keterangan pers kepada media.

"Hari ini saya memenuhi undangan Majelis Etik untuk hadir dalam rapat Majelis Etik. Kedatangan saya adalah bukti saya sangat menghargai senior yang saya hormati Bapak Muhammad Hatta dan tokoh lain yang saya kenal sudah sejak lama. Bagi saya ini lebih penting untuk menjaga silaturahim dan hubungan personal sesama kader Partai Golkar. (saya hadir disini bukan karena mengakui eksistensi Majelis Etik)," jelasnya saat memberikan keterangan pers di DPP Partai Golkar, Rabu (7/7/19) sore.

Lebih lanjut katanya, keberadaan Majelis Etik sendiri masih debatable atau diperdebatkan karena tidak diatur dalam AD/ART Partai Golkar. Majelis Etik dibentuk oleh Ketua Umum tanpa memiliki dasar hukum yang jelas. (kalau ada yang mengatakan bahwa Majelis Etik dibentuk berdasarkan keputusan Pleno, dirinya tidak menemukan keputusan Pleno menjadi konsideran keputusan tersebut).

"Saya mempertanyakan apakah sudah ada kode etik yang disepakati bersama? Apa yang menjadi acuan bekerja Majelis Etik itu sendiri. Misalnya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh tokoh dan kader Partai Golkar. Saya merasa Majelis Etik sendiri tidak punya etika telah mengirim surat kepada saya pribadi tetapi suratnya beredar secara luas di media online dan WA grup (WAG). Saya dimintai keterangan atau diminta klarifikasi sehubungan dengan surat yang ditujukan kepada Bapak Akbar Tandjung dan Bapak Agung Laksono. Saya menulis surat itu karena saya menghormati, menghargai dan menyayangi beliau-beliau yang menjadi guru politilk dan guru saya dalam berorganisasi. Jadi, beliau tidak boleh melakukan kesalahan bertindak yang menyebabkan berkurangnya respek dan hormat kader Partai Golkar kepada beliau yang selama ini telah berjasa membesarkan Partai Golkar," bebernya

Dirinya merasa heran mengapa surat saya yang mengingatkan dua tokoh tersebut menyebabkan saya dipanggil untuk klarifikasi oleh Majelis Etik. Seyogyanya jika Majelis Etik ada dan menjalankan fungsinya secara fair maka yang seharusnya dipanggil lebih awal adalah Bapak Akbar Tandjung dan Bapak Agung Laksono (Wakil Ketua Dewan Kehormatan dan Ketua Dewan Pakar) karena sudah bersikap dan bertindak seolah-olah menjadi tim sukses salah seorang yang mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Golkar yang Munasnya pun belum tahu kapan akan dilaksanakan.

"Seandanya Majelis Etik memang ada dan telah mengingatkan kedua tokoh tersebut maka saya tidak akan membuat surat yang kemudian beredar menjadi surat terbuka," ungkapnya.



Penulis:
Editor: Redaksi