Home / Berita Ekonomi dan Bisnis

SAHARA Majukan Ekonomi Ibu-ibu di Era Digital

Rabu | 21 Agustus 2019 | 22:24:57 WIB
SAHARA Majukan Ekonomi Ibu-ibu di Era Digital FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Teknologi digital sudah mulai masuk segenap elemen masyarakat, termasuk juga ibu-ibu. Namun begitu, usaha kecil Indonesia masih ketinggalan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang perkembangannya demikian cepat dan dinamis. Seperti penggunaan media sosial sebagai platform untuk meningkatkan kinerja usahanya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Pusat bekerjasama dengan beberapa pihak, yakni Sahabat Usaha Rakyat (SAHARA), Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) dan BNI memberikan bantuan permodalan kepada 1.100 warung di wilayah JakPus dimana juga pengelolaannya melalui digitalisasi. Diharapkan, usaha warung tradisional akan lebih berkembang pesat.

Walikota Jakpus, Irwandi mengatakan, saat ini toko swalayan yang dikelola swasta memang sangat mudah ditemukan di Jakarta. Kondisi itu kini menjadi ancaman langsung untuk pedagang warung-warung tetangga yang berdiri mandiri oleh warga. Makanya Pemerintah harus lebih peduli memberikan perhatian kepada warung-warung tetangga agar terus bertahan.

"Saat ini keberlangsungan warung-warung tetangga harus diberikan kepastian. Sebab, itu salah satu tempat warga untuk mengais rezeki untuk memenuhi kebutuhan. Maka dari itu hari ini 1.100 warung tradisional mendapat bantuan," ujar Irwandi saat memberikan keterangan pers di Gelanggang Olah Raga Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/19).

Masih kata Walikota, permodalan sangat penting untuk mengembangkan warung tradisional agar lebih maju lagi. Namun, tidak akan serta merta hanya menyalurkan modal saja, pihaknya akan membuat pelatih manajemen dan pemasaran juga. Hal tersebut, agar bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan baik.

"Jangan sampai begitu dikasih modal barang, barang dagangannya laris uangnya tidak bertambah. Makanya harus dibantu managemennya agar pedagang bisa mengelola perputaran uangnya. Nantinya setelah bantuan yang diberikan berupa barang dan uang akan dilakukan pengawasan langsung," katanya lagi.

Sementara, penggagas SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat) yang juga Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi), Sharmila Yahya, mengakui bahwa kemampuan para ibu-ibu pedagang warung tradisional untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi digital harus lebih ditingkatkan. Melalui digitalisasi, usaha warung tradisional akan lebih berkembang pesat, karena internet tidak lagi mengenal hambatan jarak.

"Nantinya, warung tetangga yang sudah di data terlebih dahulu. Tak hanya itu ujicoba mekanisme sudah dilakukan terlebih agar para pedagang yang paham.

"Modal barang dagangan dari kami. Kalau modal tambahan dari BNI hanya tiga persen pertahun dapat dicicil selama 3 tahun, setelah melakukan verifikasi terlebih dahulu," ujar perempuan energik yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM dan Koperasi - KADIN INDONESIA ini.

Adapun bentuk bantuan katanya lagi, senilai total 70 juta yang dibagi dua, yakni Rp 50 juta dalam bentuk barang dan Rp 20 juga kartu angunan dari BNI.

Uploader : Is.Idris



Penulis:
Editor: Redaksi