Home / Berita Jawa Barat

Selesaikan Kendala Pembangunan UIII, Wali Kota Depok M Idris Siap Bantu

Sabtu | 24 Agustus 2019 | 11:24:59 WIB
Selesaikan Kendala Pembangunan UIII, Wali Kota Depok M Idris Siap Bantu FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — DEPOK, Wali Kota Depok KH. Mohammad Idris mengungkapkan komitmen dukungannya secara penuh pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok Jawa Barat dan segera menyelesaikan pembebasan lahan yang menghambat pembangunan kampus tersebut.

"Memang pembangunan UIII sedang sedikit ada masalah terkait pembebasan lahan dan orang yang menempati lahan. Kita akan bantu mempercepat penyelesaian," ujar Idris di Depok, Sabtu (24/8/19).

Hai ini terkait adanya permintaan bantuan Wapres Jusuf Kalla pada Pemerintah Kota Depok, Idris menegaskan bahwa pihaknya juga siap membantu. Salah satu bentuk bantuannya adalah memberikan keringanan percepatan IMB, menciptakan suasana kenyamanan situasi di UIII.

Idris menegaskan, pihaknya mendukung kehadiran UIII yang berbeda dengan Perguruan Tinggi yang ada, yaitu yang fokus pada masalah keagamaan, teknologi, sistem pengajaran modern dan kapasitas nasional.

"Kalau ditanya targetnya, pak JK menginginkan tahun depan kampus tersebut harus beroperasi. Ya harus sesuai dengan target dan ada timelinenya," tandas Idris lagi.

Idris juga mengungkapkan akan menyiapkan sarana penunjang mulai dari akses jalan menuju UIII yang juga akan dibangun Museum Rasulullah SAW.

Pernyataan Idris juga bagian dari jawaban atas kunjungan JK ke UIII bersama sejumlah Menteri yang meminta agar menyelesaikan dan mempercepat proses pembangunannanya.

Seperti diketahu, sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla meninjau proses pembangunan sejumlah fasilitas di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) pada Kamis (22/8/19) pagi.

"Pengerjaan UIII cukup maju terkecuali kendala lahan yang harus diselesaikan karena tahun depan harus sudah mulai operasional. Soal lahan itu hubungannya dengan Wali Kota (Depok), segera terbitkan SK tentang penertibannya," tandas Wapres saat itu.

Namun begitu, diharapkan, kendala pembebasan lahan tersebut tidak akan menghambat proses akademik perkuliahan yang akan dimulai 2020, mengingat penerimaan mahasiswa baru akan segera dibuka secara bertahap.

"Penerimaan pertama mungkin hanya 500 mahasiswa, bertahap, jadi tidak sekaligus selama ruang kuliah, asrama, ruang dosen sudah ada," jelas JK lagi.



Penulis:
Editor: Redaksi