Home / Berita Megapolitan

Wapres JK: Renovasi Masjid Istiqlal agar lebih nyaman, indah, dan cantik

Senin | 26 Agustus 2019 | 12:45:33 WIB
Wapres JK: Renovasi Masjid Istiqlal agar lebih nyaman, indah, dan cantik FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin seeta Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara meninjau renovasi Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/19).

Renovasi Masjid Istiqlal merupakan tindaklanjut perintah Presiden Joko Widodo usai menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Masjid Istiqlal pada tanggal 30 Mei 2018 lalu. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan renovasi pada bagian dalam masjid dan juga lansekapnya termasuk pembangunan tempat parkir baru.

Wapres JK mengapresiasi proses renovasi Masjid Istiqlal. Menurutnya, progres renovasi tersebut berjalan dengan baik sehingga dapat menambah kenyamanan pengunjung dan proses ibadah. Wapres JK menegaskan renovasi tersebut tidak akan mengubah bentuk bangunan Masjid Istiqlal yang merupakan cagar budaya. "Renovasi tidak bermaksud mengubah bangunan yang dibangun sejak zaman Bung Karno. Hanya mengkinclongkan, artinya mempercantik, memperindah, lebih nyaman," kata Wapres, dilansir dari laman resmi PUPR.

Untuk diketahui, Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara yang mulai dibangun tahun 1961 pada masa Presiden Soekarno dan selesai mulai difungsikan tahun 1978 pada saat Pemerintahan Presiden Soeharto. Renovasi yang bersifat menyeluruh dari Masjid Istiqlal baru kali ini dilakukan setelah 41 tahun sejak pertama kali digunakan tahun 1978.

Wapres Jusuf Kalla juga memastikan renovasi Masjid Istiqlal akan meningkatkan fasilitas yang ramah terhadap difabel. "Tadi disampaikan, bahwa termasuk dalam renovasi nanti akan ada ditambah lift khusus dan fasilitas lainnya untuk disabilitas," ujar Wapres JK.



Penulis:
Editor: Redaksi