Home / Berita Ekonomi dan Bisnis

Empowering Blockchain Summit, Pacu Daya Saing Teknologi Blockchain

Sabtu | 14 September 2019 | 13:59:12 WIB
Empowering Blockchain Summit, Pacu Daya Saing Teknologi Blockchain FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Saat ini masa depan industri blockchain harus dapat mendapatkan tempat yang diperhitungkan di Indonesia. Sebab, bisnis global blockchain dengan industri blockchain Indonesia dapat memberikan solusibisnis.

Karenanya perlu digelar seminar Empowering Blockchain Summit agar dapat menemukan solusi dan berbagi wawasan tentang cara yang lebih baik dalam menerapkan teknologi blockchain ke industri secara keseluruhan di Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Seminar yang berlangsung selama dua hari ini (13-14 September) diadakan di Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta yang didukung oleh Chainway, platform bisnis blockchain berbasis di lndonesia, seminar perdana ini akan mempertemukan para pemimpin, pendiri dan pengembang perusahaan besar untuk bersama-sama membangun momentum dan untuk terlibat dalam diskusi tentang masa depan industri blockchain.

Chainway adalah perusahaan blockchain yang baru didirikan di Jakarta untuk menghubungkan bisnis global blockchain dengan industri blockchain Indonesia dan memberikan solusibisnis.

Seminar ini menampilkan gambar profil tinggi di blockchain global dan dunia aset crypto. Beberapa mitra terbesar adalah BlNANCE, Samsung SDS, INDODAX, Samsung Electronics Indonesia, QCP Capital, SolidBlock, dan Gopax Indonesia.

Pada hari pertama, pemain global yang paling berpengaruh di industri aset blockchain dan crypto akan berbagi pandangan tentang industri blockchain dan cara praktis untuk menerapkannya ke sektor publik dan swasta. Juga akan ada pejabat pemerintah tingkat menteri untuk berbicara tentang industri dalam waktu dekat dengan teknologi blockchain dan prospek kerangka peraturan.

Hari kedua akan fokus pada apa yang terjadi di pasar blockchain dan strategi bertahan hidup. Selain itu, Pertemuan Super BlNANCE akan berlangsung untuk membahas dan berbagi tentang perdagangan, teknologi blockchain, dan fitur-fitur BlNANCE lainnya dengan para pembicara terkemuka.

Chairman Asosiasi Blockchian Indonesia (ABI) Muhammad Deivito Dunggio menjelaskan keberadaan ABI ini bertujuan untuk menggalang dan mengorganisir pelaku usaha teknologi Blockchain dalam menciptakan lingkungan berusaha yang berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan serta daya saing teknologi Blockchain, dalam kaitannya dengan revolusi industri 4.0, baik pada tataran nasional maupun internasional.

"Pelaku usaha terkait teknologi Blockchain dan revolusi industry 4.0, sehingga didapatkan pemahaman dan pemanfaatan yang optimal dalam rangka mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi Blockchain Indonesia yang berdaya saing tinggi," imbuh pria yang akrab Oham itu.

Target dari summit ini sendiri adalah agar ada beberapa perusahaan yang dapat review. Di Indonesia sendiri Bitchoins mulai dikenal pada 2017 dan kemudian pada 2018 asosiasi berdiri dan mudah-mudahan pada tahun 2020 akan lebih menjanjikan.

"Seharusnya Indonesia menjadi pemimpin dalam bisnis Bitchoin," ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Badan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Suhadi yang membacakan sambutan Kepala Badan Bappebti menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada panitia atas terselenggaranya acara Empowering Blockchain Summit 2019 dan semua pihak yang telah ikut serta ini yang tentunya hal ini sangat bermanfaat untuk membangun dan memberikan dampak yang baik bagi revolusi industri 4.0 dimana terjadi perubahan signifikan terhadap berbagai sendi kehidupan manusia melalui perdagangan aset kripto yang lebih baik di Indonesia.

"Berbagai perubahan dengan yang memberikan benefit dalam meraih efektifitas penurunan biaya produksi kolaborasi dan terkoneksinya satu pihak dan pihak lain transformasi digital ekonomi. Ini sudah selayaknya dijadikan alternatif solusi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru," katanya.

Pada September 2019 telah mencapai 260 miliar US Dollar aset kripto yang ditransaksikan ini sebanyak 2703 kripto dan 69,9% masih didominasi oleh Bitcoin atau BTC dengan nilai transaksi dapat mencapai 1 triliun rupiah per hari yang dimiliki oleh pelaku di indonesia.

"Ini bisa dijadikan sebagai sarana investasi dengan menerapkan apresiasi harga aset kripto telah menjadi salah satu alternatif komoditas yang diperdagangkan di Bursa mancanegara meskipun ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan," ungkapnya.

Apalagi sekarang telah berkembang pesat di masyarakat dipandang perlu oleh pemerintah untuk diatur dan dijadikan sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka masuk kategori komoditi dalam undang-undang Nomor 10 Tahun 2011.

Uploader : Is.Idris



Penulis:
Editor: Redaksi