Home / Berita Pendidikan

Rektor Unindra, Sumaryoto : Aksi Demo Mahasiswa,Pihak Kampuspun Tidak Intervensi, Asal Tidak Anarkis

Rabu | 02 Oktober 2019 | 23:26:59 WIB
Rektor Unindra, Sumaryoto : Aksi Demo Mahasiswa,Pihak Kampuspun Tidak Intervensi, Asal Tidak Anarkis FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Baru-baru ini aksi demo yang dilakukan para mahasiswa terkait penolakan terhadap revisi UU KPK dan RKUHP juga diikuti oleh gerakan yang dilakukan oleh pelajar, termasuk juga mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) sepanjang mereka menyampaikan aspirasi sesuai dengan koridor dan tidak anarkis bagi kampus tidak masalah, dan pihak kampuspun tidak intervensi untuk itu.

Menyikapi hal tersebut, Rektor Universitas Indraprasta PGRI ( Unindra) Prof Dr H Sumaryoto melontarkan pendapatnya dari sisi seorang akademisi terhadap demo yang dilakukan oleh para pelajar.

"Sebenarnya, pelajar ini masih dibawah umur, sementara batas usia orang dewasa 21 tahun, sedangkan pelajar rata-rata masih berusia 14 -15 tahun. Mereka (pelajar) logikanya belum 100 persen, masih dalam taraf mengarah pada nalar, jadi masih pengembangan nalar saja. Ini sebenarnya sekolah yang harus melakukan pengendalian," tandasnya.

Tapi yang menjadi persoalan katanya, seharusnya sekolah yang melakukan pengendalian. Tapi karena terjadinya di luar sekolah, sekolah tidak masalah. Diusia inilah mereka sudah mengkonsumsi berbagai media dan seringkali tidak didampingi saat mencoba itu. Dan akhirnya, dampak komunikasi dapat kemana-mana, melompat-lompat tak berurutan sehingga berpotensi memicu adanya kejadian, seperti ikut demo tersebut.

"Pelajar kita hidup di ekosistem masyarakatnya, belajar dan bereaksi terhadap apa yang terjadi di lingkungan. Setiap hari, mereka disekitar kita sesungguhnya dan punya beragam hubungan dengan otoritas maupun orang yang dewasa," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (3/9/19).

Oleh karena itu dirinya mengingatkan terkait peristiwa ini yakni, peran guru, orang tua dan bahkan aparat untuk menjalankan fungsi pendampingan terhadap pelajar pendemo ini.

"Tugas orang tua, guru maupun aparat kemanan adalah memberikan bimbingan terhadap anak-anak ini. Hal ini dilakukan agar dapat membiasakan disiplin dan kemandirian di sekolah, penumbuhan kepedulian pada masyarakat, pemahaman tentang hukum dan nilai-nilai karakter dan yang paling penting adalah pembinaan akhlak dan moral untuk diimplementasikan dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila bukan untuk dibaca dan lambang saja, akan tetapi Pancasila harus diamalkan dan dilaksanakan," ungkapnya.

Masih katanya, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, buka ruang diskusi mengenai apa yang sedang terjadi agar tidak mudah terprovokasi. Beri kesempatan kepada mereka untuk bersikap kritis tapi sekaligus juga berempati terhadap apa yang terjadi dan semua itu butuh waktu.

Seperti diketahui, saat ini bangsa Indonesia sering terjadi pergolakan, baik berupa demo maupun gerakan yang mengangkat isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) hingga terjadi benturan yang tidak bisa dihindari.

Uploader : Is. Idris



Penulis:
Editor: Redaksi