Home / Berita Pendidikan

Rektor Unindra, Sumaryoto : Kita Tunggu Gebrakan Mendikbud Baru

Jumat | 25 Oktober 2019 | 00:09:13 WIB
Rektor Unindra, Sumaryoto : Kita Tunggu Gebrakan  Mendikbud Baru FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Menjadi menarik saat Nadiem Makarim sang pemilik Go-jek ini diberikan jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo. Tentunya cukup mengejutkan di dunia pendidikan dengan penunjukan seorang pebisnis, hal ini menimbulkan berbagai respon dari masyarakat.

"Itu wewenang presiden, saya tidak mau berkomentar, apa tujuan dan latar belakangnya. Kita tidak mungkin tahu niat seseorang. Tapi kalau saya berpendapat begini, untuk menjadi menteri, khususnya pendidikan tidak semudah itu. Sebab selama ini yang ditunjuk menteri sudah punya rekan jejak maupun track recordnya dari pendidikan. Kita tengok kebelakang, dari Prof Muhajir Effendi, Prof Anies Baswedan dan sebelumnya itu memang orang-orang yang bergelut di bidang pendidikan. Yang jelas pak Nadiem bukan dari pendidikan," ungkap Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Prof Dr H Sumaryoto kepada wartawan, Kamis (23/10) diruang kerjanya.

Lebih lanjut katanya, ini perlu diuji, apakah berhasil dibidang itu (pembisnis), berhasil pula jadi menteri (Mendikbud, red). Sebab saat ini banyak pekerjaan yang belum tuntas di dunia pendidikan. Sebagai contoh, saat dunia pendidikan dipimpin oleh orang yang ahli di bidangnya dan tidak perlu disangsikan kapabilitasnya.

"Salah satunya mengenai tenaga guru honorer, yang nasibnya dipimpong sana-sini, sama sekali juga belum tuntas. Artinya, masalah-masalah ini tidak sesimpel/sesederhana orang melihat, walaupun saya melihatnya simpel," ujar Sumaryoto.

Dirinya berharap, kedepan jangan sampai mindset pengusaha untuk membuat kebijakan di bidang pendidikan. Dikhawatirkan, nanti segala sesuatu dibisniskan, seperti sekolah mahal, perguruan tinggi mahal. Dan ini sangat bertentangan dengan semangat UUD 1945, yakni tujuan di bentuknya negara Indonesia, salah satunya mencerdaskan kehidupan bangsa yang terefleksi dalam program wajib belajar.

"Ya sekarang kita hanya berpikir positif saja, mudah mampu. Walaupun dari logika sederhana, ini berat. Kalau menurut saya, kita lihat sampai satu tahun. Satu tahun akademik dan satu tahun pelajaran itukan dua semester. Nah itu kita lihat saja, artinya kalau satu tahun sudah membuahkan hasil, nah itu baru," imbuhnya.

Pada akhirnya semua beban tidak mungkin dipikul oleh Nadiem Makarim sendiri, jelas sudah menjadi tugas semua lapisan masyarakat dan jajaran Kementerian Pendidikan serta Presiden Joko Widodo untuk mengemban misi memajukan pendidikan yang ada di Indonesia. Bahwa "perkembangan teknologi terkadang mampu menghambat pemberantasan kemiskinan dengan menghilangkan beberapa pekerjaan". Karena pro dan kontra.

"Ini perlu antisipasi. Tinggal kita tunggu apa yang akan dilakukan terkait perubahan-perubahan elementer dalam bidang pendidikan," katanya.

Uploader : Is.Idris




Penulis:
Editor: Redaksi
  • Perguruan Tinggi menanti kebijakan Kampus Merdeka

    Perguruan Tinggi menanti kebijakan Kampus Merdeka

    Menanti kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi JAKARTA, Setelah meluncurkan konsep Merdeka Belajar. Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan

    Berita Pendidikan - 14 Februari 2020 | | 00:58:54 WIB
  • Komite I DPD RI Siapkan Pansus DOB

    Komite I DPD RI Siapkan Pansus DOB

    JAKARTA, Forkonas CDOB, (Forum Kordinasi Calon Daerah Otonomi Baru) menggelar Audiensi lanjutan bersama Komite I DPD RI yang di pimpin Wakil Ketua Komite I yang juga Senator asal Aceh, H. Fachrul

    Berita Pemerintahan - 12 Februari 2020 | | 22:39:35 WIB
  • Investor swasta dan asing siap untuk investasi di Kota Baru

    Investor swasta dan asing siap untuk investasi di Kota Baru

    Jakarta - Pemerintah telah resmi mengumumkan pemindahan ibu kota di Kalimantan Timur pada 2024 nanti. Ini juga merupakan tahun pertama (tahun 2020) dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

    Berita Nasional dan Daerah - 12 Februari 2020 | | 15:54:23 WIB
  • 384 Usulan di bahas dalam Musrembang Tingkat Kecamatan Cilandak

    384 Usulan di bahas dalam Musrembang Tingkat Kecamatan Cilandak

    JAKARTA, Kecamatan Cilandak, Kota Administrasi Jakarta Selatan gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan membahas 384 usulan yang diajukan warga dari tingkat RW dan

    Berita Megapolitan - 11 Februari 2020 | | 19:34:27 WIB
  • Kades Ketos, Babinsa Cikande dan Bhabinkamtibmas, Kembalikan Keceriaan Warga

    Kades Ketos, Babinsa Cikande dan Bhabinkamtibmas, Kembalikan Keceriaan Warga

    BANTEN, Saat ini banjir yang menggenangi Perumahan Bumi Ketos Regency, bertempat di desa Ketos Kecamatan Kibin Kabupaten Serang Banten sudah surut. Seluruh warga sudah tidak lagi berada ditempat

    Berita Nasional dan Daerah - 11 Februari 2020 | | 18:13:19 WIB