Home / Berita Jawa Barat

Dengan Berbasis Teknologi, TPPAS Legok Nangka Diharapkan jadi Solusi Sampah di Bandung

Sabtu | 03 Maret 2018 | 05:32:43 WIB
Dengan Berbasis Teknologi, TPPAS Legok Nangka Diharapkan jadi Solusi Sampah di Bandung FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — BANDUNG, Tempat Pembuangan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka di Kabupaten Bandung‎ sudah dalam proses lelang dan saat ini tinggal menunggu pemenangnya, sehingga selanjutnya pembangunan fisik instalasi pengolahan sampah bisa dimulai.

Dan diperkirakan pada tahun 2020 nanti baru mulai beroperasi/ sudah ditempati. Hal ini dikarenakan TPA Sari Mukti sudah tidak layak lagi, walaupun diperpanjang, paling hanya dua tahun saja.

"TPA Sari Mukti, seperti yang kita tahu sifatnya hanya sementara. Jadi, saya berharap dengan adanya TPPAS Legok Nangka yang akan menerapkan pengolahan sampah dengan menghasilkan energi, waste to energy menjadi listrik atau menjadi PLTSa dengan bimbingan LKPP ini dengan luas hampir 40 hektar, sampah akan diolah menjadi energi listrik untuk didistribusikan ke masyarakat", jelas Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana Hadimin kepada wartawan usai Konferensi Pers dihotel Papandayan, Kota Bandung, Jumat (2/3/18) jelang International Zero Waste Cities Conferense (IZWCC).

Ditambahkan, dengan diterapkannya teknologi insenerator di TPPAS Legok Nangka, bisa aman karena perkembangan teknologi insenerator yang sudah baik, apalagi posisi Legok Nangka memang jauh dari pemukiman masyarakat.

Seperti diketahui, TPPAS Legok Nangka‎ merupakan TPPAS Regional yang diperuntukkan untuk menampung sampah dari Bandung Raya yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Saya berharap Bandung menjadi pilot project pengolahan sampah menjadi energi dalam skala besar. Nanti ada aturan yang akan ditetapkan berapa jumlah volume sampah dari setiap daerah di Bandung, mungkin ada kesepakatan pastinya, agar nanti bagi investor yang menanamkan investasi di TPPAS Legok Nangka harus menghitung berapa ton sampah yang harus diolah menjadi energi", imbuh Deni.

Sementara, Kepala Bidang Pengolahan Sampah Kabupaten Bandung, Febi Siti Zubaedah nenambahkan, permasalahan penanganan sampah dan banjir menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Bandung, untuk menunjukan keseriusan itu mulai tahun ini, pihaknya akan kucurkan dana langsung ke Desa sebanyak Rp.150.000.000,-/tahun .
"Ini khusus untuk penanganan sampah di wilayah kami", tandas Febi.

Febi menuturkan, pemerintah terkecil yang lebih mengetahui permasalahan sampah di wilayahnya adalah desa, makanya Bupati akan mengucurkan dana tersebut langsung ke desa, selain itu beliau juga berjanji bagi desa yang menggunakan dana tersebut efektif untuk pengelolaan sampah yang lebih baik, maka dana desanya akan di tambah dan di berikan reward positif bagi para penggerak lingkungan.

"Untuk tercapainya zero waste di setiap daerah tentunya banyak kendala yang harus di hadapi di antaranya sumber daya manusianya, solusinya adalah sosialisasi khusus pemkab Bandung akan di undang seluruh Desa dan Kelurahan sebanyak 270 Desa dan 10 kelurahan untuk menghadiri IZWCC pada tanggal 7 Maret mendatang", pungkas Febi.

Selain itu, Febi mengakui ada 100 lebih TPS liar yang terdapat di kabupaten Bandung, untuk permasalahan tersebut pihaknya punya program Pojok Edukasi Sampah (Pokasi) dengan cara titik sampai liar akan di jadikan taman yang di sana akan di simpan kontainer untuk penampungan sampah dan ruang edukasi langsung ke masyarakat.



Penulis:
Editor: Redaksi