Home / Berita Megapolitan

Lolos Evaluasi, Proyek Tol Becakayu Dilanjutkan

Sabtu | 03 Maret 2018 | 12:51:56 WIB
Lolos Evaluasi, Proyek Tol Becakayu Dilanjutkan FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mendapat rekomendasi melanjutkan pengerjaan proyek Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) dari Komite Keselamatan Konstruksi (KKK).

Asal tahu saja, proyek ini beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan kerja kontruksi. Bekisting pier head roboh pada Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Dalam evaluasinya, KKK menyatakan proyek terLolos Evaluasi, Proyek Tol Becakayu Dilanjutkansebut lolos dan merekomendasikan untuk melanjutkan pengerjaannya. Dengan demikian, Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk Dono Parwoto mengatakan, hari ini akan dilakukan dilakukan inspeksi mendadak menyangkut kesiapan K3, alat, SDM dan material oleh atas instruksi langsung Direktur Utama.

"Berdasarkan instruksi Direktur Utama, siang ini saya melakukan pengecekan langsung ke lokasi akan kesiapan K3, alat yang akan digunakan, SDM dan material", jelasnya, dalam Siaran Pers Waskita Karya, Jakarta, Sabtu (3/3/18).

Seperti diketahui, proyek jalan tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) merupakan salah satu di antara 20 proyek PT Waskita Karya yang dinyatakan lolos oleh Komite Keselamatan Konstruksi (KKK). Dari 40 proyek yang dilakukan evaluasi secara bertahap dan simultan sejak 20 Februari hingga 28 Februari 2018 pukul 14.00 WIB, sebanyak 38 proyek telah mendapat rekomendasi lanjut.

Sementara itu, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk M Choliq mengatakan, pihaknya menyambut positif lolosnya evaluasi ke-20 proyek tersebut. Dia mengatakan setelah lolos evaluasi, pihaknya siap melanjutkan kembali pekerjaan konstruksi proyek-proyek tersebut dan menegaskan bahwa sejak awal pihaknya siap untuk bekerja sama dengan pemerintah melalui Komite Keselamatan Kerja.

“Secara internal pun kami melakukan investigasi dan perbaikan metode kerja maupun standard prosedur operasi,” kata M Choliq. (dtc/idr)



Penulis:
Editor: Redaksi