Home / Berita Megapolitan

Wagub Sandi Resmikan OK OCE Kopi, di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Minggu | 01 April 2018 | 12:31:04 WIB
Wagub Sandi Resmikan OK OCE Kopi, di Jagakarsa, Jakarta Selatan FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan Gerakan Kopi OK OCE Nusantara (GKON) Foundation di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"GKON mendorong lahirnya pengusaha kopi di Jakarta. Targetnya ada 1001 kedai kopi di 44 kecamatan di Jakarta", ungkap Sandi di Sipirock Coffee, Jl TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3/18).

Sebelum memberikan sambutan, seperti biasanya, Sandi memulai dengan pantun. Namun bedanya, kali ini dia berpantun dalam bahasa Inggris.

“Wah pantunnya Bahasa Inggris. Saya baca dulu, nyambung nggak nih. Ini saya coba sampaikan pantunnya, Sunday night you stay at the hotel, Then you wake up with the birthday gift, Congratulations to Jakarta Coffee, Hopefully we can bring lots of benefit,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya berharap, dengan adanya GKON ini bisa melebarkan sayap cita rasa kopi Indonesia ke level dunia. Sandi juga ingin kopi Indonesia menduduki peringkat satu dunia.

"Indonesia ini harusnya menjadi terkenal urusan kopi. Karena kopi ini saja namanya Java. Java itu pulau Jawa. Yang kita tahu bahwa kopi ini adalah the second most traded commodity. The first most traded commodity adalah oil, minyak. Nomor dua itu kopi. Nah kopi ini Indonesia ada di nomor 4 dari 5. Harusnya Indonesia peringkat satu,” jelasnya.

"Gerakan ini bisa mendorong kegiatan bapak mencetak 1001 kedai kopi, ada 44 kecamatan, dan alangkah indahnya tiap kecamatan punya beberapa pengusaha kopi sehingga gerakan kopi OK OCE nusantara ini bisa menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

Sementara, pemilik Sipirock Coffee Ayub Sulaeman Pulungan saat di wawancarai mengatakan, hingga tahun 2017, konsomsi kopi perkapita masyarakat Indonesia yang cuma 1,1 kg per kapita, masih terendah bila dibandingkan masyarakat negara-negara anggota ASEAN. seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

"Padahal Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ke empat atau kelima dunia", tandasnya.
Menurut Ayub, jangan dibandingkan dengan konsumsi kopi perkapita di negara-negara Skandinavia seperti Finlandia (10,35 kg/tahun) yang merupakan penikmat kopi tertinggi di dunia, dan konon sebagai negara dengan masyarakat yang paling bahagia di bumi fana ini.

"Oleh karenanya, didirikan dan diluncurkannya program-program pemberdayaan masyarakat petani kopi, UMKM pedagang kopi maupun pengolah kopi melalui GKON sangat tepat dan momentumnya pas, saat euforia kepedulian masyarakat atas Kopi Nusantara tumbuh subur di persemaian masyarakat ekonomi menengah saat ini juga tumbuh pesat di seantero negeri,” ujar Ayub. (red/LM)



Penulis:
Editor: Redaksi