Home / Berita Pendidikan

Perguruan Tinggi menanti kebijakan Kampus Merdeka

Jumat | 14 Februari 2020 | 00:58:54 WIB
Perguruan Tinggi menanti kebijakan Kampus Merdeka FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — Menanti kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi

JAKARTA, Setelah meluncurkan konsep Merdeka Belajar. Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan Kampus Merdeka yang ditujukan bagi perguruan tinggi (PT).

Pelaksanaan ini paling memungkinkan dan mengacu pada peraturan. Hanya mengubah peraturan menteri, tidak sampai mengubah Peraturan Pemerintah ataupun Undang-Undang.

Mendikbud menerangkan bahwa paket kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi.

Terkait kebijakan tersebut, Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof Dr H Sumaryoto menyikapi dengan tidak menjadikan beban bagi kampus yang dipimpinnya.

"Kebijakan semua ini menyangkut BAN-PT, menyangkut kelembagaan PTN (khusus PTN) dan kemudian menyangkut belajar diluar prodi. Itu pastinya akan ada aturan lebih jauh," ungkap rektor kepada wartawan, Kamis (13/02/2020) di ruang kerjanya.

Menurutnya, sepanjang nanti tidak bertentangan dengan aturan yang dulu dan memang kampus siap melaksanakan, sah-sah saja untuk dilaksanakan.

"Tapi bisa jadi akan membuat repot. Contoh, belajar di luar program studi (prodi) harus dilihat dulu. Sebab, yang namanya prodi harus dengan kurikulum. Bicara kurikulum, berarti bicara satuan seperangkat mata kuliah yang diajarkan pada mahasiswa untuk mencapai kompetensi tertentu," ungkapnya.

Namun hal lain bisa saja terjadi kata rektor, jauh sebelumnya sudah ada yang namanya program ganda (dual programme) yang akan mendapatkan dua gelar, seperti yang sudah ada.

"Ini artinya beda lagi, programnya disitu, ya gelarnya disitu dan sebaliknya. Ini sudah lama ada di Indonesia. Inipun bila ada kampus yang bekerjasama dengan Perguruan Tinggi luar negeri, seperti dari Australia, Singapura maupun Malaysia. Namun semua itu ada aturannya" ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Sumaryoto juga berpendapat tentang apa yang sudah di lontarkan Mendikbud terkait kenaikan honor bagi guru honorer hingga 50%.

Kenaikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk honor guru honorer sebesar 50% dari 15% sebelumnya. Pada 2020 ini, Nadiem meningkatkan hingga 50 persen dari dana BOS.












Penulis:
Editor: Redaksi
  • Perguruan Tinggi menanti kebijakan Kampus Merdeka

    Perguruan Tinggi menanti kebijakan Kampus Merdeka

    Menanti kebijakan Kampus Merdeka ini menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi JAKARTA, Setelah meluncurkan konsep Merdeka Belajar. Baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan

    Berita Pendidikan - 14 Februari 2020 | | 00:58:54 WIB
  • Komite I DPD RI Siapkan Pansus DOB

    Komite I DPD RI Siapkan Pansus DOB

    JAKARTA, Forkonas CDOB, (Forum Kordinasi Calon Daerah Otonomi Baru) menggelar Audiensi lanjutan bersama Komite I DPD RI yang di pimpin Wakil Ketua Komite I yang juga Senator asal Aceh, H. Fachrul

    Berita Pemerintahan - 12 Februari 2020 | | 22:39:35 WIB
  • Investor swasta dan asing siap untuk investasi di Kota Baru

    Investor swasta dan asing siap untuk investasi di Kota Baru

    Jakarta - Pemerintah telah resmi mengumumkan pemindahan ibu kota di Kalimantan Timur pada 2024 nanti. Ini juga merupakan tahun pertama (tahun 2020) dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional

    Berita Nasional dan Daerah - 12 Februari 2020 | | 15:54:23 WIB
  • 384 Usulan di bahas dalam Musrembang Tingkat Kecamatan Cilandak

    384 Usulan di bahas dalam Musrembang Tingkat Kecamatan Cilandak

    JAKARTA, Kecamatan Cilandak, Kota Administrasi Jakarta Selatan gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan membahas 384 usulan yang diajukan warga dari tingkat RW dan

    Berita Megapolitan - 11 Februari 2020 | | 19:34:27 WIB
  • Kades Ketos, Babinsa Cikande dan Bhabinkamtibmas, Kembalikan Keceriaan Warga

    Kades Ketos, Babinsa Cikande dan Bhabinkamtibmas, Kembalikan Keceriaan Warga

    BANTEN, Saat ini banjir yang menggenangi Perumahan Bumi Ketos Regency, bertempat di desa Ketos Kecamatan Kibin Kabupaten Serang Banten sudah surut. Seluruh warga sudah tidak lagi berada ditempat

    Berita Nasional dan Daerah - 11 Februari 2020 | | 18:13:19 WIB