Home / Berita Politik

Garda Terdepan, Pemuda dan Mahasiswa Harus Sampaikan Berita-Berita Baik

Senin | 30 April 2018 | 15:30:17 WIB
Garda Terdepan, Pemuda dan Mahasiswa Harus Sampaikan Berita-Berita Baik FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Kemajuan teknologi dan globalisasi tidak bisa dihindarkan dalam kehidupan manusia saat ini. Dan pada akhirnya, permasalahan di dunia maya dapat memunculkan permasalahan di dunia nyata, termasuk juga yang dihadapi bagi generasi muda, pemuda dan mahasiswa.

Permasalahan dunia maya yang timbul seperti hoax ataupun black compaign harus dihindari dengan acara apapun. Karenanya, peran Pemuda dan Mahasiswa sebagai Agen of Control dan Agent of Change haruslah berperan aktif dalam menanggulangi, melawan ataupun memberi pemahaman kepada masyarakat khususnya kaum muda pentingnya mewujudkan demokrasi.

Menyikapi hal tersebut, kelompok Cipayung Plus DKI sebagai wadah Pemuda dan Mahasiswa di ibukota ikut serta dalam menanggulangi Hoax dan Black Campaign salah satunya, dengan menyelenggarakan Diskusi Publik.

Diskusi Publik yang diselenggarakan ini merupakan hasil kerjasama Pemuda Mahasiswa Penjaga NKRI dan BEM Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah dengan tema "Pendidikan Politik Anti Hoax Bagi Mahasiswa Dan Kaum Muda" di Universitas Islam As-Syafiiyah Jatiwaringin Jakarta Timur, Kamis (26/4/18).

Ketua Umum Hikmahbudhi Jakarta Utara Wiryawan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan langkah awal kita yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Penjaga NKRI untuk melakukan sosialisasi-sosialisasi ke kampus-kampus.

"Universitas Islam As-Syafiiyah Jatiwaringin Jakarta merupakan Kampus pertama yang kita datangi nanti ada langkah-langkah selanjutnya ke kampus-kampus lain", ungkapnya.

Wiryawan menegaskan bahwasanya, sebagai pemuda dan mahasiswa harus menjadi garda terdepan menyampaikan berita-berita yang baik. Pemuda sebagai mahasiswa harus bijak dalam bermedia sosial, harus bijak dalam menyampaikan informasi. Kalau menerima berita harus kita saring terlebih dahulu jangan asal sebar. Karena hoax ini bisa menyebakan perpecahan politik, adu domba politik dan apalagi menghadapi tahun politik 2018 Pilkada dan 2019 Pilpres.

"Kita mahasiswa dan pemuda tidak boleh ditunggangi siapapun. Kita di sini dalam pendirian yang independen akan terus mengawal pemerintahan ini, termasuk moment May Day jadi kita juga mengadakan aksi disitu", ujarnya.

Sementara, Arief Hidayat selaku Ketua Umum Perisai DKI Jakarta menambahkan, Hoax mengganggu kerukunan, mengganggu ketentraman dan menimbulkan perpecahan. Memang berbagai perbedaan persepsi cara pandang terhadap suatu persoalan harus bisa diutarakan seobjektif mungkin jangan sampai subjektifitas kita menunggangi ketidaksukaan. Kalau dalam bahasa Islam jangan karena ketidaksukaan kemudian Kamu Berbuat Tidak Adil.

"Kegiatan ini sendiri berupaya terus mensosialisasikan terkait melawan hoax dengan berbagai macam acara. Siapapun yang merasa Bangsa Indesia yang cintai Indonesia wajib menjaga persatuan NKRI. Bersama2 kita melawan Hoax", tandas Arief.

Hadir dalam konferenai pers yakni,
Wiryawan Ketua Umum Hikmahbudhi Jakut, Blasius Jacky Jamrewav Ketua Umum GMNI Jakpus, Adim Rajak selaku Ketua Umum HMI Jakarta Pustara, Bintang W Saputra Ketua Umum Semmi DKI, Nara Asnanda selaku Ketua Umum KMHDI DKI dan Jurdil Kathona Maure selaku Ketua Umum PMKRI Jakpus.



Penulis:
Editor: Redaksi