Home / Berita Megapolitan

Peringatan Malam Nisfu Syaban, Rawat NKRI Cegah Politisasi Masjid

Selasa | 01 Mei 2018 | 12:03:33 WIB
Peringatan Malam Nisfu Syaban, Rawat NKRI Cegah Politisasi Masjid FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — JAKARTA, Sekarang kita sudah memasuki bulan Syaban dan tidak lama Ramadhan akan segera tiba. Sebagaimana telah di ketahui bersama selain Ramadhan baginda Rasululloh memuliakan bulan lainnya dan salah satunya adalah bulan Syaban. Ketika bulan ini datang Rasululloh selalu mengisinya dengan berbagai amalan-amalan dan di antaranya mengerjakan puasa.

“Selain berpuasa dibulan Syaban, juga sangat baik jika malam nisfu Syaban di jadikan waktu untuk berdo’a memohon kepada Alloh SWT agar dosa-dosa kita di ampuni. Karena dalam beberapa keterangan bahwa malam nisfu Sya’ban merupakan malam ampunan di mana Alloh SWT akan mengampuni segala sesuatu terkecuali dosa musyrik serta orang-orang yang dalam dirinya masih menyimpan kebencian," ujar Ustaz Darun Ni’am sekretaris Yayasan masjid Baiturrahman Saharjo Tebet, Senin (30/4/18) dalam acara peringatan malam Nisfu Syaban.

Menurut ustazd Darun Niiam kebencian yang di maksud adalah upaya untuk memecah belah ukhuwah Islamiyah.

"Ada upaya-upaya dari segelintir orang untuk memecah belah ukhuwah Islamiyah dengan cara menumbuhkan kebencian, menciptakan perpecahan serata melakukan politik-politik praktis di masjid atau politisasi masjid," terangnya.

Masih Menurut ulama muda ini, bukan berarti urusan politik tidak boleh dibahas di masjid, pembahasan politik di masjid seharusnya menciptakan toleransi di masyarakat, bukan berisi caci maki dan hinaan yang mendangkalkan pola pikir umat Islam.

"Masjid yang sejatinya dibuat tempat beribadah kepada Alloh SWT dan dakwah-dakwah yang menyejukkan dan sebagai majelis ilmu, beralih fungsi menjadi ajang khotbah tentang kebencian dan permusuhan," katanya.

Sementara pembina yayasan masjid Baiturrahman Saharjo H. Agus Djunaedi SH.MH mengatakan cinta tanah air sebagian dari iman, hal ini di contohkan oleh baginda Nabi besar Muhammad SAW kecintaan beliau atas tanah kelahirannya yakni Mekkah.

”Apa yang telah di wariskan Rosululloh tentang kecintaannya terhadap Mekkah sebagai tanah kelahiran menjadi contoh bagi umatnya untuk mencintai dan menjaga keutuhan NKRI. Jangan hal-hal yang kecil menjadi ajang caci maki, kebencian sehingga jauh dari sifat-sifat Rosululloh," ucap H. Agus.

Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid Baiturrahman Saharjo seperti kajian mingguan ceramah, tabliq akbar dan sebagainya di laksanakan sesuai dengan fungsi masjid.

"Kami ini hanya melayani, jadi kami mendukung apapun kegiatan yang di lakukan jamaah masjid Baiturrahman Saharjo asal sesuai dengan fungsi masjid yakni sebagai tempat ibadah, syiar Islam dan majelis ilmu, jauhi dari politisasi masjid, jangan sisipkan acara keagamaan di masjid sebagai panggung politik praktis," tegasnya.



Penulis:
Editor: Redaksi