Home / Berita Ekonomi dan Bisnis

Syam Resfiadi : Saya Berharap Keberadaan SAPUHI Adalah Yang Terbaik

Sabtu | 02 Juni 2018 | 00:43:47 WIB
Syam Resfiadi : Saya Berharap Keberadaan SAPUHI Adalah Yang Terbaik FOTO | ISTIMEWA

jaknewsonline.com — Syam Resfiadi (istimewa)


JAKARTA, Terbentuknya Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI) merupakan bagian dari dampak konflik dualisme kepengurusan di tubuh Asosiasi Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) tak kunjung berakhir.

Ketua Umum Asphurindo hasil Munas Bogor Syam Resfiadi mengakui pihaknya telah menyepakati terbentuknya asosiasi baru yakni SAPUHI.

"Terbentuknya SAPUHI merupakan juga hasil dari kesepakatan oleh anggota Asphurindo dalam rapat pleno yang di gelar baru-baru ini di Jakarta," ungkap Syam kepada Jaknewsonline.com usai mengikuti kegiatan buka puasa bersama Islami Travel Communication Forum (ITCF), Rabu (30/5/18) di Jakarta.

Syam menjelaskan, pada rapat pleno tersebut ada 84 peserta yang hadir dan itu artinya sudah memenuhi quota forum (quorum) 50+1 dari 120 travel PPIU yang tergabung sebagai anggota Asphurindo.

"Membentuk SAPUHI adalah alternatif terbaik menyusul konflik panjang Asphurindo. Masalah dualisme kepengurusan Asphurindo ini telah membuat anggotanya kesulitan mengurus visa di Kedutaan Saudi Arabia (KSA), karena KSA menginginkan konflik dualisme tersebut diselesaikan. Kita sudah berusaha menempuh jalur hukum, kita juga sudah menunaikan upaya islah yang dimediasikan oleh Dirjen PHU Kementerian Agama (Kemenag) namun tetap tidak terselesaikan. Ada upaya terakhir yaitu Munaslub, namun kami dan seluruh anggota menilai Munaslub tetap tidak akan menyelesaikan masalah karena tidak akan ketemu dalam banyak hal. Akhirnya pilihan untuk membuat organisasi baru dianggap yang terbaik," beber Syam.

Kembali katanya, penetapan dan pendeklarasian SAPUHI sudah cukup matang. Dia juga menegaskan bahwa Akta Pendirian SAPUHI sudah jadi, hanya saja belum ada surat pengesahan dari Kemenkumham karena perlu tanda tangan seluruh pengurus. Dan setelah itu, asosiasi SAPUHI akan mengagendakan musyawarah nasional (Munas) perdana, yang waktunya diperkirakan selepas penyelenggaraan haji pada Agustus 2018.

"Saya akui tidak mudah membangun kembali kekuatan dengan nama baru ini, namun Syam berkeyakinan, apabila seluruh tim solid dan saling mendukung, kekuatan dan kebesaran SAPUHI akan segera terbangun. Namun, kita bersyukur, para vendor mitra kami tetap member dukungan, meskipun nama baru yang nanti kami pakai. Yang terpenting bagi mereka adalah syarat dan ketentuan yang mereka berikan bisa kami penuhi," imbuhnya.

Penulis : Yus



Penulis:
Editor: Redaksi